Review Film The Nun (2018)

Sinopsis dan Review Film The Nun (2018)

Iblis Bersosok Biarawati Sebagai Prekuel Film Conjuring dan Annabele ~

    Halo. Film The Nun (2018) dari James Wan ini masih hangat-hangatnya di bioskop selain Crazy Rich Asians, mengundang banyak ekspektasi penonton yang kebanyakan penasaran akan sosok hantu biarawati yang pernah muncul di The Conjuring 2. Aslinya, dokumen yang ada dalam film, Valak berwajah seperti seorang anak kecil, yang mempunyai sayap dan jauh lebih menakutkan. Film ini adalah prekuel dari semua film Conjuring dan Annabele.

Review Film Teman Tapi Menikah (2018)

Sinopsis dan Review Film Teman Tapi Menikah (2018)

Kisah Nyata Cinta dari Hubungan Persahabatan antara Ayudia dan Ditto ~

    Hai. Kembali aku mengulas film, kali ini judulnya Teman Tapi Menikah (2018). Untuk bagian kedua ulasannya bisa lihat di sini ya. Aku tipe orang yang suka sekali dengan kisah cinta yang diangkat dari kehidupan nyata atau yang realistis dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ambil contoh nih film You are The Apple of My Eye, Our Times, atau Crazy Little Thing Called Love. Nah dalam film teman tapi Menikah ini, aku seperti menonton Reply 1997, tapi ini asli kisah cinta dari dua sahabat, Ayudia Bing Slamet dan Ditto Percussion. Novelnya sudah lebih dulu ada dengan judul sama dan kapan-kapan mungkin aku akan baca juga :D

Review Film Crazy Rich Asians (2018)

Sinopsis dan Review Film Crazy Rich Asians (2018)

Adaptasi Novel Kevin Kwan tentang Cinderella dari Timur ~

    Hai! Film Crazy Rich Asians (2018) ini telah aku tunggu sejak awal tahun. Udah lupa kapan persisnya, sejak aku lihat rekomendasi novelnya kemudian trailer-nya dari seorang teman penulis novel di wattpad. Beliau juga termasuk salah satu penulis favoritku. Nanti kapan-kapan aku bahas novel darinya yang menarik perhatianku. Btw sebelum lanjut, aku mau memperingatkan: banyak bertebaran spoiler disini tapi tidak lengkap kok. Jadi kalau tidak suka jangan lanjut baca ya, hehehe.

Asian Games 2018 : We're All Asian!

Asian Games 2018 - We're All Asian!

   Halo. Postingan kali ini sekedar ingin mengapresiasi acara yang berlangsung di Jakarta-Palembang belum lama ini. Acara bergengsi para atlet se-Asia, Asian Games, yang begitu memukau sejak opening ceremony tanggal 18 Agustus hingga 2 September 2018.

Review Film Rasuk, Sabrina dan 13 The Haunted (2018)

Review Film Rasuk, Sabrina dan 13 The Haunted (2018)

    Hai guys. Ini beneran review yang nggak direncanakan, tapi yah, sudah menonton sayang nggak buat review-nya kan? Ketiga film ini (Rasuk, Sabrina dan 13 The Haunted - 2018) menguras energi sebenarnya. Bukan karena ketakutan menonton film-film bergenre horor Indonesia ini. Tapi pasti ada banyak yang akan dikeluhkan setelah menonton.


Rasuk

Film Rasuk (2018)
Film Rasuk (2018)

    Dalam film rilisan 28 Juni 2018 ini, yang paling aku tahu itu Shandy Aulia dan Miller Khan. Ekspektasi bahwa film ini akan bagus karena diangkat dari novel karangan Risa Saraswati yang best seller dengan novel Danur, bahkan sampai ada filmnya juga (walaupun aku tidak pernah nonton Danur).

Novel Rasuk karya Risa Saraswati
Novel Rasuk karya Risa Saraswati

    Langgir (Shandy Aulia) yang mempunyai para sahabat bernama Sekar Tanjung, Fransisca Inggrid, dan Lintang Kasih, menganggap dirinya paling bernasib tidak baik karena ibunya tidak menyukai dia dan menikah lagi setelah sang ayah meninggal. Di sini aku sebagai penonton, di 'paksa' untuk mengetahui hubungan ibu anak ini tidak harmonis, tanpa ditunjukkan bagaimana sikap sang ibu yang katanya membenci dia. Justru disini yang aku lihat si Langgir yang benci tanpa alasan, entah mungkin karena cemburu dengan ayah atau adik barunya yang masih bayi? Entahlah.

    Langgir juga mudah rese (hahaha), sedikit-sedikit kesal dengan sahabatnya. Apalagi setelah mengetahui Inggrid yang pacaran dengan Abimanyu (Miller Khan). Sebenarnya lucu juga sih Langgir bisa marah, padahal Abimanyu kan tidak mengerti perasaannya. Langgir juga punya selera humor yang rendah dengan candaannya yang nyeleneh di dalam mobil menuju villa. Singkat kata, inti cerita film ini mengenai pengalaman 4 sahabat geng Putri Sejagat yang pergi ke villa di tengah hutan. Namanya Karma Rinjani. O iya, rumahnya Lintang Kasih mirip-mirip dengan setting rumah ala-ala Edward Cullen di Twilight. Rumah di bukit dengan pemandangan yang indah banget.

Para pemeran film Rasuk
Para pemeran film Rasuk

    Mereka yang hampir tersesat sebelum sampai di villa ditolong oleh gadis laiknya Susanna (Kumala Sari) yang berkebaya, memakai selendang dengan rambut yang dikepang, tidak masuk akal kesana-kemari di hutan, kemudian mengakui bahwa selama ini tidak punya teman. Dari sini aku langsung berpikir negatif kalau jadi mereka. Ini orang atau kuntilanak emang? :P

    Setelah sampai di villa, setelah Langgir ngambek karena Inggrid dan Abimanyu, adegan kerasukan demi kerasukan terjadi sampai Langgir kena juga, hebat juga si Sekar tidak kena rasuk hahaha. Kemudian ditunjukkan rahasia Kumala Sari, ayah dan ibunya.

Kental akan Budaya Lokal

    Film ini khas akan budaya lokal jaman dulu, adanya dukun sampai seseorang yang dipasung. Untuk perpindahan scene masih terasa kasar, misalnya adegan ayah Langgir yang tertabrak mobil. Aku merasa film ini bak sinetron ketika adegan Langgir yang asal-asalan, menghabisi orang yang tidak ada sangkut-paut dengan masalahnya. Yang lebih parah lagi, Langgir yang pergi ingin menghukum ibunya di rumah sendiri, malah ditemukan dengan begitu cepat oleh para sahabatnya bahkan sama Sekar yang sedang bersama wanita yang notabene susah jalan.

    Apa mereka bisa telepati sampai tahu kemana Langgir pergi? Terus jaraknya bisa secepat itu nyampe ya, padahal katanya jarak dari rumah Langgir ke villa lumayan jauh? Aku cuma bisa geleng-geleng kepala. Langgir yang membunuh orang, malah endingnya hidup bahagia adem ayem. Kalau dalam kehidupan yang real, biarpun kerasukan wong membunuh itu pasti kena hukum. Bagi yang sudah baca novelnya, ada pendapatkah? Beneran sama dengan novel atau malah melenceng? Masa sih ceritanya tidak keruan begini :D

    Walaupun begitu, pesan moral dari film ini cukup dalam. Kita jangan berpikir diri tidak beruntung dan menyalahkan orang lain, karena yang punya kekuasaan penuh untuk berkembang adalah diri sendiri. Jadi jangan melihat kesenangan orang lain dan membandingkan dengan apa yang kita alami. Jangan mudah iri. Karena setiap orang punya masalah sendiri, punya waktu dan masanya sendiri.


Rating Versiku : ⭐/5

Sabrina

Film Sabrina (2018)

    Aku tidak menonton seri sebelumnya The Doll 1 dan 2. Karena terpikir film seperti ini akan menyerupai Chucky atau Annabele khas barat. Akhirnya karena ingin mencari hiburan, minimal teriak-teriak gaje di bioskop, aku pun ikut saja pasrah ditarik menonton film ini. Lumayanlah, masih setingkat di atas Rasuk. Tapi film rilisan 12 Juli 2018 ini tetap saja bukan formula baru dalam perfilman horor Indonesia. Ceritanya tentang suami-istri Maira (Luna Maya) dan Aiden (Christian Sugiono). Aiden adalah pengusaha mainan yang sempat beberapa kali terpuruk sampai akhirnya membuat boneka Sabrina yang menjadi populer di kalangan anak-anak.

    Keponakan Aiden bernama Vanya diasuh oleh mereka karena kedua orangtuanya (ayah anak ini kakak dari Aiden) sudah meninggal. Meninggal dengan tragis karena entitas yang tidak jelas tujuannya, yang di bagian ending akan ketahuan. Twist yang aneh. Masa sih dari awal orang yang menjahati dengan pakai entitas, malah si doi? Minimallah kelihatan ya, tapi ini tidak sama sekali. Dia terlihat sayang dan tulus pada keluarganya. Jadi agak aneh saja sih plot twist-nya seperti itu :P

Para pemeran film Sabrina
Para pemeran film Sabrina

    Vanya yang kesepian dan merindukan ibunya yang telah meninggal, memanggil arwah ibunya melalui permainan Pensil Charlie, yang ternyata malah memanggil entitas lain. Btw, cara manggilnya terasa kebarat-baratan, bukan dengan Jailangkung, tapi pakai papan seperti Ouija dan aplikasi android! Gila ya :P

Judul yang Tidak Tepat Sasaran

    Film ini sebaiknya berjudul Andini bukan Sabrina deh. Kebanyakan isi cerita berkisah tentang Andini, ibunya Vanya yang malang. Pasangan suami-istri paranormal (Jeremy Thomas dan Sara Wijayanto) di sini juga terlihat mengikuti jejak film Conjuring dan Insidious yang menelurkan film Annabele. Idenya sudah tidak orisinal. Akting kerasukan Luna Maya lebih bagus dari Shandy Aulia. Salut. Bahkan Luna lebih menakutkan dari bonekanya.

    Sinematik film ini bagus, tidak suram dan gelap melulu. Tapi agak ganggu di adegan nusuk pipinya. Ehw... Dan satu lagi, kenapa boneka yang 'jelek' itu malah disukai banyak anak? Tidak ada keistimewaan lain misalnya bisa bergerak atau berbicara, masih boneka Susan jauh lebih bagus. Entahlah, yang jelas endingnya kasihan sih. Tapi bagi Vanya ini happy ending. Pesan moralnya, kita jangan mudah diperbudak oleh rasa iri hati apalagi sama saudara sendiri. Jangan yaaaa...


Rating Versiku : ⭐⭐/5


13 The Haunted

Film 13 The Haunted (2018)
Film 13 The Haunted (2018)

    Film rilisan 26 Juli 2018 yang penuh dengan anak muda, mulai dari anak artis sampai youtuber. Film yang menunjukkan kepada kita glamornya pesta anak kekinian nan sosialita di ibukota. Fyi, kali ini aku langsung saja menamai mereka sesuai dengan nama aslinya ya. Alkisah ada beberapa anak muda (Ahmad Al Ghazali, Valerie Thomas, Endy Arfian, Atta Halilintar, Marsha Aruan, Stefhanie Zamora Husen, Mumuk Gomez) yang suka membuat vlog dan mengupload-nya ke Youtube.

    Suatu kali mereka tertantang membuat vlog bertema horor, karena ada cewek dan cowok The Jackal (Achmad Megantara dan Mikha Tambayong) yang rese masuk ke pesta sosialita mereka. Mereka mengetahui tempat selanjutnya yang ingin dijadikan objek vlog oleh The Jackal, yang sebenarnya mereka salah paham, karena tempat itu sangat angker dan membuat Mikha urung melakukannya. Tempat itu adalah lokasi pembunuhan yang bahkan rumornya polisi pun hilang disana. Tapi entah kenapa ya, mereka nekat sekali.

Para tokoh dari film 13 The Haunted (2018)
Para tokoh dari film 13 The Haunted (2018)

    Akhirnya mereka sampai di resort yang kelihatan tidak terurus di Pulau Ayunan. Semula terlihat berantakan, tapi lama kelamaan kelihatan setting-nya rapi bersamaan dengan munculnya sepasang suami istri pemilik resort (Jeremy Thomas dan Tia Ivanka) beserta koki (Chef Juna), juru bersih-bersih laki-laki dan perempuan yang kalem sekali. Yang perempuan angker sekali dengan rambut yang berantakan.

Para pemeran yang berkontribusi
Para pemeran yang berkontribusi

Lumayan Menimbulkan Pertanyaan di Benak

    Sepanjang film kita disuguhkan dengan pertanyaan: sebenarnya siapa keluarga itu? Banyak adegan-adegan yang mencurigakan, apakah mereka sang pembantai atau justru keluarga yang dibantai itu sendiri? Aku mulai heran sejak adegan Valerie yang masuk ke kamar berisi boneka-boneka. Kemudian perlahan-lahan kita akan menemukan titik terang ketika teman mereka (Mumuk) hilang. Dia muncul kembali, namun si Endy melihat dari kaca temannya itu tidak ada! Si koki juga. Dari situ Endy mulai berhati-hati, begitu juga si koki yang terlihat sudah curiga kepadanya.

    Kepanikan melanda ketika semua menjadi gelap dan beberapa terpencar mengikuti para penghuni resort, sampai mereka mengetahui kebenarannya. Di sini kita juga akan mengetahui ada penghuni yang lain, anak perempuan yang katanya hilang, tapi malah jadi setan. Mereka diberitahu oleh The Jackal untuk melakukan 12 trik agar keluar dari pulau itu hidup-hidup. Nah, segala cara seperti mencukur alis dan melihat kebelakang dari antara kedua kaki (seperti film horor Thailand, Pee Mak) dilakukan mereka yang akhirnya dapat melihat wujud asli para penghuni villa.

SPOILER Sedikit!

    Sekedar spoiler, wajah asli dari keluarga ini seperti siluman, bukan wajah hancur karena pembantaian, yang mendekati malah Tia Ivanka yang terpenggal kepalanya. Jadi seperti bukan korban pembantaian malah. Aku juga bingung dengan kamar yang berisikan boneka, misterinya tidak terpecahkan sampai akhir. Nah, trik terakhir dilakukan di atas kapal, setelah satu orang lagi meninggal dan inilah yang membuat film ini menggantung ke part 2. Bukan cuma Harry Potter, Hunger Games, bahkan Comic 8 yang ada part 2, film horor Indonesia seperti ini juga boleh dong. Hahaha.

    Tapi kalau memang nanti ada lanjutannya, aku tidak akan nonton lagi karena pasti juga polanya akan sama. Film ini punya lagu-lagu yang asik didengar. Para pemain muda yang segar untuk dipandang, kekinian dan fresh dengan teknologi. Durasi juga tergolong cepat. Kemasannya menarik khas remaja karena ditangani sutradara Rudi Soedjarwo (Ada Apa Dengan Cinta) dan produsernya Raffi Ahmad. Tapi... film ini masih punya banyak pertanyaan seperti yang aku ulas diatas. Masih abu-abu. Sempat aku pikir ini bakalan jadi genre thriller, eh malah horor. Setan atau pembantainya masih tidak tahu yang mana, yang membuat para penghuni resort menjadi seperti itu.


Rating Versiku : ⭐⭐/5


    Inilah ulasanku mengenai ketiga film ini (Rasuk, Sabrina dan 13 The Haunted - 2018) ditonton yuk, anggap saja hiburan :)

Dirgahayu Republik Indonesia ke-73!

Dirgahayu Republik Indonesia ke-73!

    Merdeka! Selamat hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 ... Senangnya bisa posting hal yang baru bertepatan dengan hari spesial ini. Ada yang ikut upacara hari ini? Mungkin bisa bagi-bagi pengalaman seputar 17-an? Entah ketika mengikuti upacara atau lomba-lomba yang menarik di daerah kamu. Boleh kok komen disini :D

Review Film The Meg (2018)

Sinopsis dan Review Film The Meg (2018)

Teror Hiu Purba Megalodon dari Palung Mariana  ~

    Halo. Apa kabar? Ini adalah postingan review film yang pertama. Kebetulan film The Meg (2018) ini baru saja kutonton (sekaligus nonton premiere - hari pertama rilis). Film The Meg (2018) tentang hiu purba Megalodon yang terisolasi di Palung Mariana, berukuran sangat besar dan akhirnya meneror manusia karena ulah mereka.

Poster film The Meg (2018)
Poster film The Meg (2018)

Ikan Hiu Purba dan Ganas Siap Menerormu!

Film The Meg (2018) terinspirasi dari Meg A Novel of Deep Terror karangan Steve Alten
Film The Meg (2018) terinspirasi dari Meg A Novel of Deep Terror karangan Steve Alten

    Film ini bercerita tentang hiu purba yang berukuran sangat besar dan meneror manusia. Diadaptasi dari novel berjudul Meg: A Novel of Deep Terror karangan Steve Alten. Sejak beberapa bulan lalu melihat trailer-nya, aku jadi menunggu-nunggu pemutaran filmnya, penasaran akan seperti apa bentuk si hiu megalodon plus jalan ceritanya yang kubayangkan penuh action dan berdarah-darah.

    Film The Meg (2018) bercerita tentang Jonas Taylor yang kembali menyelam ke dasar laut untuk menyelamatkan mantan istrinya, Lori. Beberapa tahun sebelumnya dia juga mengalami kejadian yang sama, diserang makhluk yang tak dikenal di dalam laut, yang akhirnya diketahui sebagai hiu megalodon. Tidak diceritakan mengapa dia cerai dari istrinya, yang menurut dugaanku, mungkin karena kasus itu. Dia sempat tinggal di Thailand dan sering mabuk karena reputasinya yang hilang karena kejadian itu.

    Jonas bertemu dengan beberapa orang yang bekerja di balai riset dasar laut Mana One. Dia sepertinya mulai menyukai Suyin sejak perempuan itu nekat ingin menyelamatkan kru yang terjebak (keras kepala pakai banget sih Suyin ini). Begitu juga sebaliknya, yang puncaknya mungkin ketika melihat Jonas selesai mandi (ups, ini adegan yang meh sekali) :P

Para pekerja balai riset dasar laut Mana One
Para pekerja balai riset dasar laut Mana One

Segala Usaha Dikerahkan Mereka

    Setelah itu Jonas yang merasa bersalah karena aksinya dengan Suyin malah membuat hiu megalodon (dengan besar sekitar 70 kaki) yang sebelumnya terisolasi di palung Mariana bisa sampai ke permukaan laut, akhirnya membantu usaha mereka untuk mengincar dan membunuh si hiu. Aku suka statement Dr. Zhang disini, bahwa manusia berusaha untuk menemukan tetapi kemudian malah menghancurkan. Kalau mereka tidak ke dasar laut yang berisi seperti gas itu, mungkin sampai 20 hiu tidak akan dapat naik ke atas. Semua karena faktor ekonomi, ingin menemukan spesies-spesies langka dan dengan begitu menghasilkan uang yang banyak.

    Satu demi satu usaha mereka lakukan, seperti memasang alat pelacak sampai menembaki hiu dengan racun. Mereka sempat merasa senang karena hiu itu mati, namun ternyata ada sesuatu yang lebih besar lagi menghantam mereka sehingga jatuh beberapa korban. Morris yang mendanai mereka, akhirnya ingin menghentikan penelitian. Namun ternyata dia menyimpan rencana lain. Hiu yang lebih besar berhasil mengancam mereka. Dia berusaha untuk pergi ke pulau yang ramai dengan perenangnya!

    Nah, di sini kita lihat sejak awal hingga akhir, tanpa Jonas mereka tidak akan bisa berbuat apa-apa. Sebenarnya film ini bisa saja berjudul Jonas dan Hiu Raksasa. Untuk sinematografi sungguh bagus dan efek yang digunakan cukup memikat. Bakalan berasa kita sedang ada di dasar laut, melihat spesies-spesies langka yang mempunyai lampu di badannya, ikan dengan bentuk seperti ular, bahkan ada cumi-cumi raksasa pula!

Adegan Roman Lebih Banyak dibanding Aksi yang Lumayan Greget

    Untuk para tokoh, aku suka sama Meiying (anaknya Suyin) yang polos dan Jaxx dengan rambutnya yang mengingatkanku sama film Final Fantasy, hahaha. Ini film perpaduan orang Amerika dan Asia (Cina dan satu orang dari Jepang) yang bagus untuk dipandang.

Meiying dan Jaxx
Meiying dan Jaxx

    Untuk plot ceritanya sudah bagus, tetapi film ini masih kurang adegan aksinya. Malah banyak dengan adegan tatap menatap dan romannya. Film ini nggak segila Jaws, atau film bertemakan hiu lain, karena banyak kelucuan yang disisipkan membuat kita terhibur alih-alih merasa ngeri. Tidak semengerikan film The Crawl juga.

    Well, ngomong-ngomong bisa saja Megalodon masih ada hingga sekarang. Coelacanth yang sudah dinyatakan punah, ternyata ditemukan lagi beberapa ekor termasuk di daerahku, Manado. Namanya juga lautan, dengan bentuknya yang luas dan dalam, kita akan sulit mengetahui apa yang tersembunyi di dasarnya untuk teknologi jaman sekarang.

    Film The Meg (2018) ini mau bilang bagus sekali, nggak. Mau bilang jelek sekali, nggak sih. Bagi kamu yang nggak suka adegan berdarah-darah digigit hiu ganas secara detail, kamu cocok nonton ini. Yang suka film hiu dengan sedikit unsur menegangkan dan lumayan banyak komedinya, ini juga cocok untuk kamu.


Info Seputar Film

Judul Film : The Meg (2018);

Tgl Rilis : 8 Agustus 2018 (di Indonesia);

PH : Warner Bros, Flagship Entertainment, Di Bonaventura Pictures;

Genre/Rate : Action, Horror, Sci-Fi;

Negara Asal : USA dan Cina;

Waktu : 113 Menit;

Pemain : Jason Statham sebagai Jonas Taylor, Li Bingbing sebagai Suyin Zhang, Rainn Wilson sebagai Jack Morris, Ruby Rose sebagai Jaxx Herd, Winston Chao sebagai Dr. Minway Zhang, Cliff Curtis sebagai James "Mac" Mackreides, Shuya Sophia Cai sebagai Meiying, Page Kennedy sebagai DJ, Robert Taylor sebagai Dr. Heller, Ólafur Darri Ólafsson sebagai The Wall, Jessica McNamee sebagai Lori, Masi Oka sebagai Toshi.


Rating versiku : ⭐⭐⭐/5

POSTINGAN POPULER