Review Film Korea Hope (2026)

 Sinopsis dan Review Film Korea Hope (2026)Melindungi Penduduk Daerah Pesisir dan Melawan Para Alien ~

    Annyeong! Aku mau mengulas film Korea yang baru tayang di bioskop yaitu Hope (2026), berkisah tentang para polisi dengan jumlah terbatas dan penduduk yang sebagian besar lansia di kota pelabuhan bebas militer berjuang melawan teror dari para alien.

    Sutradara sekaligus yang menulis naskahnya adalah Na Hong Jin, dengan reputasi baiknya 10 tahun lalu lewat film The Wailing. Selain itu film ini bertabur bintang papan atas, ada Zo In Sung dan Jung Ho Yeon (Squid Game), termasuk beberapa dari Hollywood yaitu pasangan suami-istri Alicia Vikander (Tomb Raider) dan Michael Fassbender (X-Men) serta Taylor Russell (Escape Room 2). Dari beberapa bulan lalu film ini sudah tampil di festival Cannes dan mendapat 7 menit standing ovation, sehingga membuatku penasaran dan berusaha menunggu hingga akhirnya bisa nonton juga hehehe.

Sinopsis dan Review Film Korea Hope (2026) : Melawan Para Alien Menunjukkan Sisi Psikologis Manusia yang Sesungguhnya 

    Film Hope (2026) terjadi di pinggiran kota pelabuhan kecil dengan penduduk yang sebagian besarnya adalah lansia. Hope Port ini juga dekat dengan perbatasan Korea Utara, sehingga di beberapa tempat ada spanduk atau papan yang mengajak warganya untuk menjauhi atau melaporkan sesuatu yang mencurigakan dari pihak asing (yang mungkin saja adalah negara seberang). Kawasan ini juga bebas militer, sehingga di beberapa tempat ada ranjau yang membuat kepala polisi, Beom Seok sempat sangsi dengan keterangan sepupu, Seong Ki dan para warga kalau kemungkinan ada harimau yang masuk daerah mereka.

    Semula penemuan bangkai hewan besar, mulai dari hanya dicakar saja sampai kakinya terputus tidak terlalu mencekam. Namun puncaknya ketika Seong Ki dan empat pemburu lain mendapati suatu rumah warga porak-poranda plus hanya tangan orang itu yang tersisa nyangkut di atas pohon, membuat kasus ini terasa jauh lebih berbahaya. Di tangan yang terputus itu ada tato bertuliskan '1 hati'. Seong Ki segera melaporkan hal itu pada Beom Seok. Lelaki itu menyuruh Seong Ki dkk pergi menyusuri hutan di pegunungan. Sementara dia berusaha mengumpulkan para bawahan untuk mengitari kota mencari si pelaku.

Kepala polisi Beom Seok memantau kota
Kepala polisi Beom Seok memantau kota (dok. trailer Youtube)

Susahnya Para Polisi Mencari Bala Bantuan

    Karena kebakaran hutan membuat Beom Seok tidak bisa bergerak cepat, malah mendapati kekacauan di area dalam kota apalagi dari daerah pasar. Ada sesuatu yang menakutkan dan besar memporak-porandakan bangunan, melempar barang kesana kemari dan membuat banyak warga tewas. Dalam penelusurannya, dia beberapa kali berpapasan dengan warga yang menaiki mobil pikap dan membawa senjata api.

    Bahkan karena kekalutannya, Beom Seok bersama seorang kakek yang membawa busur dan panah tidak sengaja menembak seorang warga karena dikiranya monster dari balik pintu. Beneran konyol, mereka sampai mempeributkan siapa yang salah dan akhirnya Beom Seok menyuruh si kakek mencari pertolongan dan dia sendiri pergi untuk kembali mengejar si monster. Kali ini Beom Seok berhasil melihat bahkan dikejar si monster karena berani menembaknya. Dia hampir saja tertangkap jika petugas muda bawahannya, Seong Ae tidak muncul dengan senjata panjang dan membawa mobil. Mereka berdua akhirnya mengejar si monster sampai di area jalan yang membelah persawahan, begitu intens hingga mobil truk besar menghantam sosok itu dari arah berlawanan.

Seong Ae muncul dengan mobil untuk mengejar si monster
Seong Ae muncul dengan mobil untuk mengejar si monster (dok. trailer Youtube)

Monster Pertama Berhasil Dikalahkan

    Beom Seok menemani dokter dan asistennya untuk membedah mayat si monster. Baunya sungguh menyengat seperti ikan busuk dan tubuhnya tampak berlendir. Si dokter susah sekali untuk membedahnya, bahkan harus menggunakan gergaji mesin yang biasa untuk menebang pohon. Kesimpulannya, monster itu fisiknya mirip manusia. Hanya saja dia tinggi, ada beberapa organ yang mirip tapi ada yang tidak sama dengan milik kita, jarinya empat dan jenis kelaminnya sulit diketahui. Intinya dia bukan spesies bumi, bisa dikatakan semacam alien gitulah. Beom Seok kemudian cerita, mata monster tadi ketika dalam pengejaran mereka seperti tampak sedang menangis.

    Saat kembali di kantor polisi, Beom Seok mendapati bawahannya yang adalah saudara dari walikota (keponakan kalau tidak salah ingat) sedang asyik ngobrol dengan seorang pemuda aneh. Beom Seok kesal karena dia sendiri hampir tewas sementara si bawahan ordal ini asyik sendiri di kantor yang berantakan dan ruangan senjata yang terbuka. Pantas tadi para warga dan Seong Ae punya senjata hahaha. Selain pemuda itu, si kakek pemanah juga muncul untuk meminta pertanggungjawaban, mau menyamakan cerita mereka soal lelaki yang mereka tembak tadi.

Ternyata Aliennya Lebih Dari Satu!

    Si pemuda rupanya datang memberikan informasi bahwa dia telah membunuh si alien. Beom Seok sempat ragu karena ciri-ciri si alien yang diceritakan bentuknya kecil dan mudah ditembak. Namun pemuda tadi menantang mereka untuk pergi ke rumahnya. Beom Seok dan kakek pemanah akhirnya mengikuti pemuda itu ke rumah untuk melihat langsung si alien kecil. Benar saja, rumah yang aneh dengan banyak manekin perempuan itu kulkasnya menyimpan sosok kecil yang dibalut rapi. Beom Seok marah dan mengumpat beberapa kali, menyadari alasan alien tadi menangis karena mencari bayinya yang ternyata dibunuh si pemuda.

Si bayi alien dari film Hope 2026
Si bayi alien dari film Hope 2026 (dok. trailer Youtube)

    Di sisi lain, Seong Ae yang membantu para medis di sebuah bangunan, mendapat keterangan dari seorang kakek tua pemburu yang terkenal omongannya selalu benar, tuan Hae Sul. Seminggu yang lalu si kakek pernah memberitahu polisi muda si ordal mengenai sosok monster, namun tidak digubris. Rupanya ketika dia berburu di hutan, saat menyendiri mau BAB, tiba-tiba ada 3 monster di hadapannya. Beliau berusaha menahan sekuat tenaga rasa BAB-nya, salah satu monster mengendus lalu mendesis dan mereka menuju gua yang ternyata ada beruangnya. Seong Ae segera pergi ke kantor polisi untuk menceritakan kesaksian tadi, namun atasannya tidak ada. Komunikasi juga masih terputus karena kebakaran yang meluas di daerah hutan.

Misi Beom Seok untuk Menemukan Sepupunya di Hutan

    Seong Ae akhirnya sampai di rumah si pemuda aneh entah bagaimana. Di situ ada juga si dokter yang membedah alien tadi. Bayi alien sudah dibawa pihak berwenang, si pemuda meraung-raung memintanya kembali karena mendengar kabar sosok itu akan laku tinggi jika dijual. Seong Ae yang datang kemudian menceritakan monster alien bukan hanya 1 tapi ada 3 di hutan, membuat Beom Seok kaget. Dia segera menyuruh untuk bergegas bersama Seong Ae, kakek pemanah dan si pemuda naik mobil polisi untuk pergi ke hutan mencari sang sepupu.

    Seong Ki dkk menemukan sisa-sisa perhentian para pemburu seperti tenda dan kursi, namun tubuhnya sudah tidak ada, yang anehnya di dekat situ, masih ada dua kuda tertambat di pohon. Berjalan beberapa meter ke depan, ada sebuah bulatan diam yang sangat besar dan aneh. Mereka memasuki bulatan itu dan mendapati ruang kemudi raksasa dengan 6 bangku, beserta ruangan bawah yang tidak sengaja terbuka. Ada sosok aneh di bawah sana yang berusaha untuk sembunyi.

    Dua pemburu yang berjaga di luar pintu melihat sosok alien, lalu memanggil mereka yang di dalam untuk bergegas keluar. Rupanya 1 alien itu memancing mereka di tengah hutan dan memanggil kawanannya. Salah satu pemburu merasa takut sehingga menembaki salah satu alien dengan banyak tanduk merunduk. Padahal Seong Ki menyerukan agar tidak menembak, namun yang lain ikut-ikutan menembak karena si alien sudah ribut dan mulai melancarkan serangan balik.

Para alien menjebak kawanan pemburu
Para alien menjebak kawanan pemburu (dok. trailer Youtube)

Jebakan Para Alien Ganas

    Tiga alien mengepung mereka dan menewaskan satu-persatu, bahkan ada grup pemburu lain yang datang namun dibuat tidak berdaya pula. Seong Ki sempat ditolong salah satu pemburu yang menaiki kuda. Dari situ Seong Ki mulai melawan para alien sambil berkuda, hingga di satu titik hampir menyerah karena salah satu alien terkuat melemparnya kesana-kemari.

    Beom Seok dkk datang dengan niat mau menolong sampai pakai senjata peledak kuat, namun si alien kuat begitu tangguh. Si pemuda aneh niatnya mau lari dengan mobil polisi tetapi berhasil dicegah Beom Seok dkk. Dengan dia di balik kemudi, mereka mengejar Seong Ki yang berkuda semakin jauh keluar hutan. Akankah mereka semua berhasil selamat dan dapat menumpas para alien? Apa motif sebenarnya kawanan alien tersebut?

Seong Ki melawan alien di hutan dalam film Hope 2026
Seong Ki melawan alien di hutan (dok. trailer Youtube)

Film Hope (2026) Seakan Eksperimen dengan Genre Sci-Fi Bernuansa Komedi

    Film Hope (2026) seperti proyek ambisius tapi sedikit konyol dari Na Hong Jin karena bereksperimen membuat genre Sci-Fi. Dengan banyak candaan gila dari percakapan maupun gestur para tokoh, sanggup membuat film yang intens ini tetap terasa komedinya. Yang paling lucu cerita si kakek soal BAB, masuk akal sih dia nahan begitu hahaha.

    Dari awal hingga hampir sejam lamanya, sosok yang meneror kota tidak diperlihatkan dan intensitas serangan terus terjaga. Mendebarkan melihat barang-barang kecil hingga berat seperti motor dan mobil dilempar kesana-kemari, lalu suara senjata yang menggelegar dimana-mana. Banyak adegan aksi seperti kejar-kejaran dengan mobil, kuda sampai tembak-menembak dari jarak jauh dan dekat. Keren!

Poster para tokoh dan alien di film Hope 2026
Poster para tokoh dan alien di film Hope 2026 (dok. imdb)

Keunggulan dari Film Korea Hope (2026)

    Keunggulan film Hope (2026) yang paling terasa adalah latar kota pelabuhannya. Dari segi sinematografi yang menangani adalah Hong Kyung Pyo yang pernah membuat film Parasite. Karena itulah film ini terasa megah penggambarannya dari sudut ke sudut kota dan perkampungan, pasar ikan, dalam gang hingga area persawahan. Bangunan-bangunannya juga terlihat asli dengan properti yang detail. Kalau di daerahku kota ini terlihat seperti Bitung, Sulut. Pemandangan lanskap-nya cakep banget. Area hutannya juga asri dan teduh. Bagaimana penataan darah berceceran dan kain tercabik-cabik, area yang rusak dll mampu ditampilkan Kyung Pyo seakan beneran terjadi sesuatu yang besar dan menakutkan sedang meneror kota.

Suasana kota pelabuhan Hope yang porak-poranda
Suasana kota pelabuhan Hope yang porak-poranda (dok. trailer Youtube)

    Untuk scoring-nya ditangani oleh Michael Abels yang pernah menggarap Get Out. Bagian ini juga menurutku enak banget di telinga karena mampu membangkitkan rasa tegang di beberapa adegannya. Apalagi kemarin aku nonton di studio yang ada Dolby Atmosnya, beneran menggelegar apalagi di adegan aksi. Tapi ada 1 adegan yang dua aktornya nyerocos terus sehingga cukup bising sih.

    Selain aspek-aspek di atas, aku salut pada akting para pemainnya. Para pemain utama yang sudah berpengalaman sekali lagi tidak mengecewakan, termasuk cewek yang main di Squid Game juga, dia muncul langsung seisi studio bertepuk tangan karena sekeren itu gayanya. Para pemain pendukung walaupun hanya muncul sekian menit tetap mampu mengundang gelak tawa dan konyol. Bahkan para aktor aktris Hollywood, tidak aku sangka berperan jadi alien dengan bagus di sini. Mereka mampu memainkan mimik muka sedih, kecewa dan marah dengan baik. 

Kekurangan dari Film Korea Hope (2026) dalam Aspek Penceritaan

    Walau film Hope (2026) ini seru dan menyenangkan karena lebih banyak tingkah konyolnya, namun cukup banyak juga hal-hal yang membuatku mengernyit. Pertama, dari penceritaan. Satu jam cukup lama membangun dasar film ini. Memang perlu sebagai pengenalan bahwa teror alien semengerikan itu, namun ada beberapa hal yang bisa dipangkas atau diubah lebih baik lagi. Ada beberapa hal repetitif, misalnya kawanan lansia naik mobil pikap. Ketika si polisi dan kakek pemanah menembak orang bukannya monster, dari awal mereka bertemu lalu ribut setelah itu, cukup berisik.

    Belum lagi beberapa dialog yang cringe, semacam polisi ordal dan pemuda aneh atau para lansia di atas pikap. Selain itu ada dua kali pertanyaan si Beom Seok mengenai dari mana senjata diambil pada para warga dan Seong Ae. Kayak tidak ada pertanyaan lain gitu Pak Pol? Ada juga para pemburu lain yang muncul di hutan. Mereka hanya muncul buat dimangsa gitu XD

Pertengahan Hingga Akhir Film Terasa Bingung untuk Bercerita

    Arah film ini mulai terasa bingung setelah para monster terlihat wujudnya. Sejak kemunculan monster pertama yang seperti hantu Indo, POV kita jadi berubah bahwa sebenarnya merekalah yang korban karena sang bayi terbunuh. Namun anehnya di ending, SPOILER ya! Si bayi ini sepertinya pewaris takhta, entah apa hubungan dengan alien pertama yang terbunuh sampai nangis begitu. Sedangkan sang ibu sepertinya si alien bertanduk yang dipanggil Yang Mulia.

    Adegan akhir terasa sangat menggantung, entah apa Na Hong Jin sengaja agar bisa dibuatkan sekuelnya. Ending seperti awal dari semuanya dan membuka masalah baru yang sepertinya lebih brutal, seakan prekuel dari ceritanya Alien malahan. Soalnya selain POV manusia, lantas kita disuguhkan percakapan para alien. Sebelumnya para alien yang sempat bercakap itu tidak ada terjemahannya loh. Seakan ini seperti memindahkan POV. Endingnya mengingatkanku dengan awal film A Quiet Place: Day One yang berjatuhan benda asing itu loh dari langit. Bayangkan ya semenakutkan apa benda-benda misterius itu datang ke bumi.

Ending film Hope (2026) seakan awal dari A Quiet Place Spin Off
Ending film Hope seakan awal dari A Quiet Place Spin Off (dok. Threads)

Motif Para Alien yang Masih Samar

    Motif para alien ini sebenarnya belum terlalu jelas. Kenapa mereka sampai di bumi, lalu apa benar si alien pertama memporak-porandakan kota karena mencari sang bayi? Lalu kenapa 3 yang lain berjaga di hutan? Dari mana asal mereka lalu takdir apa yang dimaksud si ratu? Kalau mau analisa, mungkin mereka berperang dengan sesuatu di atas sana. Kapal mereka jatuh, sampai kapal kekaisaran pun ikut membentur bumi. Mereka butuh tempat untuk bertahan dan kebetulan si bayi terbunuh jadi mereka kebingungan memikirkan apa yang harus dilakukan selanjutnya. Mungkin ya hahaha.

    Selain itu apa kamu ingat soal tato di mayat pertama yang ditemukan Seong Ki? Hal itu seperti di-highlight seakan mau menunjukkan sesuatu, namun hingga akhir tidak ada benang merahnya. Padahal soal tuan Hae Sul sejak awal sudah dikasih tahu bahwa apapun perkataannya selalu benar. Aku jadi penasaran dengan adegan yang ada di Cannes namun akhirnya dipotong tim produksi. Apa salah satunya berkaitan dengan ini? :D

Kekurangan Lain dari Film Hope (2026)

    Kedua, efek CGI dan editing yang tidak mulus! Terasa sekali efek CGI agak kasar, apalagi alien pertamanya yang berada di tengah perkampungan. Selain itu para alien yang ada di hutan, apalagi ketika si prajurit membentuk tubuh layaknya Venom. Kadang ada beberapa shot yang tak mulus, seperti tidak menyatu dengan latarnya apalagi ketika ada manusia di sana. Mana lagi pergerakan monsternya kadang cepat banget, eh ketika mengejar Seong Ki atau polisi Seong Ae malah kelamaan. Ada adegan satu ke adegan yang lain seperti dipotong paksa, paling kelihatan ketika Seong Ae yang mencari atasannya di kantor polisi kemudian tiba-tiba muncul di rumah si pemuda aneh.

    Ketiga, pengembangan karakternya dangkal. Durasi yang cukup banyak nyatanya tidak mampu membuatku bersimpati. Ada beberapa karakter yang sekadar tempelan saja, seperti para pemburu dan tambahan grup yang ada anjingnya itu. Bahkan si sepupu yang toh ternyata muncul lagi setelah credit title singkat berakhir. Mana konyol sekali lagi jatuhnya dari mobil karena pemuda aneh menghindari kucing hahaha. Tapi paling bikin aku mengernyit adalah si sepupu yang terlalu kuat alias overpower aka plot armornya kenceng. Sudah dilempar kesana-kemari menabrak pohon dan jatuh dari ketinggian, masih bisa naik kuda, tetap santuyyy!

    Keempat, terasa feel film Barat di sini. Para pemeran sering sekali mengumpat seperti film thriller action dari Hollywood. Sayang sih film ber-budget paling mahal di Korea (50 miliar won atau sekitar Rp700 miliar) ini terasa nano-nano menurutku. Memang masih enak dinikmati di bioskop karena audio dan gambarnya yang bagus, kalau lewat OTT aku rasa sensasinya akan berbeda. Intinya jangan berekspektasi lebih, nonton sebagai hiburan saja dan jangan banyak mikir sepertiku deh intinya hahaha.

Berbagai Pesan Moral dari Film Korea Hope (2026)

    Walau ada beberapa kekurangan, Hong Jin masih sempat-sempatnya menyisipkan pesan moral yang terlihat dari adegan-adegannya seperti :

  • Interaksi kakek pemanah dan polisi Beom Seok. Ketika di awal, Beom Seok hampir menembaknya dan si kakek meminta untuk melihatnya baik-baik. Lalu akhirnya mereka menembaki orang. Beom Seok walau polisi tetap saja harus bertanggungjawab atas insiden itu.
  • Sisi psikologis manusia berhadapan dengan sesuatu yang asing dan menakutkan. Ketika teror para alien merajalela. Terkadang tidak berpikir lama ada yang segera menyerang. Ada pula yang salah sasaran saking cemasnya. Pada bagian ending ketika melihat sesuatu nan besar jatuh dari langit, ada yang bingung dan tak tahu selanjutnya mau melakukan apa. Ada pula yang tetap optimis dan memikirkan apa yang selanjutnya dibuat walau peristiwa tersebut terasa seperti tidak ada solusinya.
  • Lebih mudah memercayai saudara atau kenalan daripada orang asing. Beom Seok langsung percaya pada omongan sang sepupu soal kemungkinan adanya harimau, namun pada si pemuda aneh tidak langsung dia percayai.
  • Di setiap institusi ada saja orang dalam dan seringnya tidak becus dalam bekerja. Akhirnya orang lain yang bekerja ekstra untuk menangani bagiannya.

    Buat kamu yang suka genre Sci-Fi dengan adegan aksi yang intens namun juga kocak, film Korea Hope (2026) sangat cocok untuk kamu tonton. Ulasan cepat film-film yang kutonton termasuk ini, sudah kuposting lebih dahulu di Threads, boleh lihat di sini dan follow saja kalau mau update ya hehehe. Ayo segera ke bioskop sebelum keburu turun layar dan sudah nongol duluan di situs bajakan seperti Colony lalu :D

Postinganku langsung sehabis nonton film Hope (2026) di Threads
Postinganku langsung sehabis nonton film Hope (2026) di Threads

Info Seputar Film

Judul : Hope (2026);

Tgl Rilis : 17 Mei 2026 (Cannes), 15 Juli 2026 (Korea Selatan), 9 September 2026 (Indonesia);

PH : Forged Films, Plus M Entertainment;

Genre/Rate : Mystery, Sci-Fi / 13+;

Negara Asal : Korea Selatan;

Waktu : 156 Menit;

Pemain : Hwang Jung Min sebagai Ko Beom Seok, Zo In Sung sebagai Ko Seong Ki, Jung Ho Yeon sebagai Im Seong Ae, Jang Yoo sebagai Nak Yeon, Im Hyun Shik sebagai tuan Hae Sul, Eum Moon Suk sebagai Yang Bae, Kim Han Jong sebagai Deok Gi, Jung Jae Won sebagai Chun Ho, Seo Beom Shik sebagai nelayan, Baek Seung Chul sebagai nelayan, Hwang Seok Jeong sebagai direktur pusat kesehatan masyarakat, Kim Kyu Baek sebagai dokter, Lee Sang Jin sebagai Sersan An, Choi Mu Sung sebagai Pil Seong, Alicia Vikander sebagai J'aur (permaisuri Gertu), Michael Fassbender sebagai Ma'veyyo (prajurit Gertu), Cameron Britton sebagai Va’migere, Taylor Russell sebagai Ai'dovor, Park Young Gyu sebagai kepala desa.


Rating versiku : ⭐⭐⭐/5

No comments:

Post a Comment

POSTINGAN POPULER